Silakan hubungi kami untuk mendapatkan pelayanan psikologis pada area Industri & Organisasi (psikotes untuk seleksi promosi, dll), area pendidikan (seleksi masuk sekolah, IQ test, penjurusan, dll) dan perkembangan anak (screening tumbuh kembang, tes kematangan sekolah, dll).



telp/fax: 0711-354591
email: info@magnapenta.com dan magnapenta@yahoo.com

  • Bahasa Indonesia English
telp/fax: +62711-354591 | email: info@magnapenta.com / magnapenta@yahoo.com

KONSULTAN PSYCHOLOGICAL
PSIKOLOGI PRACTICES

Seiring meningkatnya kebutuhan akan pelayanan psikologis secara profesional untuk mengoptimalkan perkembangan sumber daya manusia dan organisasi, lahirlah Magna Penta sebagai sebuah konsultan psikologi. Pelayanan kami berlandaskan pada komitmen untuk menggali potensi-potensi dan mengembangkan individu, dalam setting organisasi, industri maupun pendidikan. Following the increasing demand of professional psychological practices to optimize human and organization development, Magna Pénta is founded as a psychological consultant whose services focused on exploring potentials and developing human in industrial and organizational field and also educational field.


Budaya Perusahaan dan Pengaruhnya Terhadap Motivasi Kerja Karyawan

Dalam sebuah pekerjaan dan dunia kerja, ada beberapa faktor yang perlu kita perhatikan dan mendapat sorotan khusus.  Karena pekerjaan itu tidak menyangkut berapa upah (gaji) saja yang kita terima, tetapi didalam nya masih banyak terdapat beberapa point penting yang harus berjalan seimbang. Dalam sebuah pekerjaan yang menekankan produktivitas karyawannya, motivasi kerja adalah suatu variable mempunyai peran central yang sangat vital. Dimana motivasi kerja karyawan sebuah perusahaan akan berpengaruh pada produktivitas dan bahkan kinerja perusahaan tersebut.

Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi motivasi karyawan adalah bagaimana budaya perusahaan yang berjalan atau ada di perusahaan tersebut. Budaya perusahaan menjadi semacam sebuah rules yang tidak tertulis dan bahkan seudah menjadi sebuah kebiasaan yang berlangsung sejak awal berdirinya perusahaan tersebut. Budaya perusahaan juga dapat menjadi trademark sebuah perusahaan apabila rules yang diterapkan itu sangat unik. Hal ini tentunya sangat sederhana, namun banyak orang dan bahkan seorang HRD di sebuah perusahaan pun kurang mengerti dan paham bahwa budaya perusahaan memainkan peran yang sangat vital. Banyak yang menggenjot dan menaikkan produktivitas dengan membayar upah tambahan dengan berharap motivasi kerja karyawan meningkat, namun melupakan variabel ini.

Budaya Perusahaan dan Pengaruhnya Terhadap Motivasi Kerja Karyawan

Budaya Perusahaan dan Pengaruhnya Terhadap Motivasi Kerja Karyawan

Sebagai contoh, kita tidak bisa memungkiri bahwa sebuah industri kreatif seperti perusahaan advertising tentunya mempunyai budaya perusahaan yang sangat jauh berbeda dengan industri perbankan. Bagaimana mungkin bisa orang orang kreatif tersebut dibayar dengan gaji yang tinggi tetapi mereka diharuskan bekerja formal dan “saklek” . Yang ada malahan mereka tidak produktif, karena merasa terkekang oleh sebuah sistem dan susah untuk menelurkan ide ide dan inspirasi kreatif. Begitu juga sebaliknya, bagaimana mungkin juga seorang pegawai bank bekerja dengan santai dan tidak formal, yang ada malah nasabah dan kreditur mengurungkan niatnya untuk menggunakan jas bank tersebut. Yang seperti inilah saya sebutkan bahwa selain untuk mempengaruhi motivasi kerja karyawan, budaya perusahaan juga bisa menjadi sebuah trademark.

Dalam teorinya, Edward Schein menyebutkan bahwa ada 3 faktor yang terdapat dalam sebuah budaya perusahaan yaitu Artifacts, Espoused Values, and Basic Underlying Assumption. Artifacts dalam teori Schein mencakup beberapa variabel yang bisa menjadi sebuah identitas perusahaan apabila dilihat dari luar, seperti apabila sebuah perusahaan A mempunyai sebuah desain logo/layout/ habbit karyawannya, maka oarang awam akan mudah mengerti dan mengenali perusahaan A adalah perusahaan apa dan bagaimana budaya perusahaan yang berjalan. Sementara itu Espoused Values lebih menekankan kepada nilai nilai yang terkandung di suatu perusahaan, seperti goals, policy, philosophy/filsafat yang ada. Dan yang terakhir Basic Underlying Assumption meruapakan asumsi asumsi dasar yang bisa menjadi maupun menciptakan visi dan misi bagi sebuah perusahaan.

Nah, dari beberapa keterangan diatas saya menyimpulkan bahwa budaya perusahaan bisa menjadikan karyawan merasa nyaman dan merasa enjoy bekerja. Dalam hal ini tentunya HRD yang bertanggung jawab untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan bisa membentuk, memepertahankan atau mungkin bahkan bisa meng-improvisasi budaya perusahaan yang telah ada di suatu perusahaan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Saya sering mendapatkan cerita dari beberapa orang teman, bahwa mereka lebih memilih resign dari pekerjaan nya walaupun diberikan upah tambahan. Karena yang menjadi permasalahan adalah bukan gaji, tetapi pada kenyamanan mereka bekerja. Mereka memeilih resign karena tidak sesuai dan tidak cocok dengan budaya organisasi yang ada. Jika karyawan saja ogah ogahan dalam bekerja seperti itu, bagaimana mungin produktivitas sebuah perusahaan akan meningkat?

Perlu kita ketahui bahwa budaya perusahaan adalah salah satu aspek penting saja dalam meningkatkan motivasi kerja, budaya perusahaan tidak dapat berdiri sendiri. Perlu adanya support dan keseimbangan dari banyak bagian lain yang ada didalam sebuah perusahaan. Dan yang terakhir tentunya adalah perlunya men-sinergikan beberapa faktor dan variabel yang ada untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan di sebuah perusahaan.

sumber: kompasiana

Hubungi kami sekarang juga, ceritakan apa yang sedang anda alami. Dan kami akan menganalisis masalah anda, lalu memberi solusi terbaik kami untuk Anda.
Bisa ceritakan mengenai kehidupan pribadi, pekerjaan, keluarga, dan lain sebagainya
telp/fax: +62711-354591
email: info@magnapenta.com


atau dengan mengisi form Pendaftaran Layanan

Copyright © 2013-2019 MagnaPenta — Konsultan Psikologi Palembang

Limosin Creative